Kamis, 05 Agustus 2010

#BERBAGI Minggu ke 4 Memberi sesuatu yang tepat kepada yang memang membutuhkan.

" #BERBAGI merupakan gerakan sosial sederhana mingguan bertujuan membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung dengan berbagi nasi bungkus seharga Rp.7000,-.
Target penerima adalah fakir miskin, kaum duafa, anak yatim piatu, tukang sampah, buruh bangunan/proyek, pedagang asongan kecil, tukang parkir, pemulung, penderita cacat, korban bencana alam dan siapapun yang dalam keadaan kesusahan atau kurang beruntung.
#BERBAGI merupakan kegiatan bermodal niat baik yang disertai dengan cara yang baik.
Semoga kegiatan berbagi ini memberi manfaat bagi kita semua."



Begitu kira-kira bunyi prolog NASIKU NASIMU yang kusebar melalui email, FB, twitter dan bbm.
Berulang kali kubaca "bermodal niat baik yang disertai dengan cara yang baik".
AKu terus berdoa memohon pada Ilahi semoga ini menjadi ladang ibadah ku, bukannya ladang dosa. Naudzubillah..


Penggalan -Syekh 'Abd al-Qadir al-Jaylani:

"Tidak mengawali perbuatan dengan niat sama saja dengan tidak berbuat. Engkau berdosa ketika berbicara atau diam bila bicara dan diammu tidak disertai dengan niat baik. Tanpa niat baik, bicaramu dan diammu tidaklah sesuai dengan sunah Rasulullah SAW"

4 minggu berjalannya niat baik ini, aku diperlihatkan banyak pengetahuan-pengetahuan dan nilai-nilai kebaikan. Keinginanku menjadi semakin kuat untuk menjalankan sebaik-baiknya. Setiap peristiwa membuatku berfikir.


Sebaik-baik nasi pengganjal perut jika si penerima lebih memerlukan obat untuk sakitnya apa tidak lebih baik obat yang ku sampaikan? Jika si penerima lebih memerlukan selimut pengusir dinginnya malam, apa tidak lebih baik dari sebungkus nasi? Jika atap yang bocor lebih bermanfaat apa tidak sebaiknya titipan teman-temanku menjadi penambal jatuhnya air kala hujan?
4 minggu BERBAGI: NASIKU NASIMU.  Apa yang akan kita bagi untuk kedepannya?
BERBAGI : ALQURANku ALQURANmu???   BERBAGI : SELIMUTKU SELIMUTMU?? 
Sebaik-baiknya pemberian bukankah pemberian yang lebih bermanfaat bagi si penerima?

Jika memang teman-temanku mempercayakanku dengan amanah yang demikian besar, insya Allah aku akan berada di jalan Allah, dan aku dapat lebih baik lagi menyampaikan amanah tersebut.


DHUAAAARRRR!
Bagaikan halilintar! Protes-protes halus maupun kasar, prasangka-prasangka tidak baik pun datang.

"Ooooiii! Wiro! Bukannya kamu sudah mempersiapkan dirimu sejak awal kamu memutuskan bersedia menjadi penyambung tangan teman-temanmu? Terus kau katakan, aku harus siap akan fitnah, akan hinaan, akan zhann : buruk sangka?"
PLAK# Tampar diri sendiri!
Pernah ku baca tweets @rumahyatim : Perlukah merasa kecil dan malu ketika dihina? Padahal orang yang dihina itu sebenarnya memungut pahala cuma-cuma tanpa perlu bersusah payah?
Sekelibat otak Wiro Sableng ku :
(Ooooii! Cah Gendeng! Kamu harus belajar untuk lebih peduli bagaimana Allah menilaimu, tanpa mempedulikan bagaimana sesama manusia menilaimu. Jika memang kamu yakin akan kebenaran yang kamu jalankan. Ayo! Buka buku pintarmu! Semua ada dalam KITABULLAH, bukannya itulah pegangan hidupmu?) 

WUSH..Dengan ilmu meringankan tubuhnya Wiro 212 mengambil air wudhu, shalat dan membuka kitab saktinya...

Jangan bersedih oleh omongan manusia lain, Allah tahu apa saja yang mereka rahasiakan dan yang mereka tampakkan... (Lihat Yasin ayat 76)


Kesulitan tak berdiri sendiri, ia selalu berdampingan dengan kemudahan..(lihat Al-Insyirah ayat 1-8)


Aku akan berpendirian seteguh Gunung HUD, jika aku yakin akan kebenaran pendirianku itu. Semoga Allah selalu menjagaku, meridhoi setiap perbuatanku. Amien YRA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar